Proses produksi hexamine dengan cara mereaksikan formalin
dengan amonia dengan pada prinsipnya meliputi beberapa tahap :
1. Tahap penyimpanan bahan baku
2. Tahap pembentukan produk
3. Tahap pemurnian dan penyimpanan produk
*********************************************************************
1. Tahap Persiapan Bahan Baku
a. Amonia
Amonia disimpan dalam tangki penyimpan pada tekanan 1 atm
dan pada suhu -33oC sehingga amonia tetap dalam kondisi cair. Dari
tangki penyimpan, amonia dipompa sehingga tekanannya naik menjadi 16 atm,
kemudian amonia dilewatkan Heat Exchanger agar suhunya naik sampai 35 oC
dan kemudian dialirkan ke dalam reaktor.
b. Formalin
Larutan formalin disimpan dalam tangki penyimpanan pada suhu
35 oC dan tekanan 1 atm. Dari tangki ini formalin dialirkan ke dalam
reaktor menggunakan pompa pada tekanan tinggi yaitu 16 atm.
2. Tahap Pembentukan Hexamine
Kedua bahan baku diumpankan dalam reaktor dengan
perbandingan mol formalin : amonia = 3 : 2. Reaksi berlangsung dalam fase cair
dan merupakan reaksi eksotermis. Konversi yang dapat dicapai pada reaksi ini
sebesar 98 % berdasarkan reaktan formalin. Reaksi dijalankan dalam Reaktor Alir
Tangki Berpengaduk pada keadaan isotermal 40 oC. Reaktor beroperasi
pada tekanan 16 atm untuk menjaga agar reaktan tetap dalam keadaan cair. Panas
yang dihasilkan oleh reaktor diserap dengan koil pendingin.
Produk keluar dari reaktor yang mempunyai suhu 40 oC
dan tekanan 16 atm kemudian dialirkan ke dalam expander untuk menurunkan
menjadi 1 atm sebelum masuk ke evaporator. Suhu produk keluar expander sebesar
40 oC. Produk hexamine dan sisa reaktan yang berupa amonia dan
formalin keluar expander kemudian diumpankan ke dalam 2 buah evaporator. Di
dalam evaporator, produk mengalami proses pemekatan dan pengkristalan.
Evaporator bekerja pada tekanan di bawah 1 atm (vakum) untuk menghindari
dekomposisi hexamine. Tekanan evaporator 1
yaitu 0,11 atm dan suhu 48 oC.
Evaporator 2 beroperasi pada tekanan 0,12 atm dan suhu 50 oC.
Sebagai media pemanas digunakan steam jenuh pada suhu 150 oC dan
tekanan 4,698 atm. Untuk mengumpankan produk keluar evaporator 1 digunakan
pompa. Produk hasil evaporator 2 berupa kristal hexamine, yang kemudian di
umpankan ke centrifuge dengan menggunakan pompa untuk dipisahkan antara kristal
hexamine dengan cairannya.
Kristal hexamine kemudian dibawa ke unit pemurnian dengan
menggunakan screw conveyor. Sedangkan
cairan keluar centrifuge (mother liquor) di-recycle kembali ke evaporator 1
dengan menggunakan pompa.
3. Tahap Pemurnian dan Penyimpanan Produk
Untuk memurnikan produk digunakan dryer. Pada proses ini
menggunakan rotary dryer. Pada rotary dryer terjadi penguapan sisa–sisa air dan
dihasilkan produk mencapai kemurnian 99,93%. Setelah itu produk masuk ke dalam
unit penyimpanan melalui belt conveyor. Dari belt conveyor, produk diangkut
oleh bucket elevator sebelum disimpan dalam silo .
Read more
Anggraeni, DR., dan Fitri, LE (2010). Prarancangan Pabrik
Hexamine dari Amonia dan Formalin dengan Proses Leonard Kapasitas 25.000
Ton/Tahun. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
No comments:
Post a Comment