Pages

Renewable Energy – Biogas

Salah satu masalah utama lingkungan saat ini yaitu meningkatnya produksi limbah organik. Isu pengolahan limbah secara berkelanjutan menjadi isu penting dalam mengurangi maupun mencegah menumpuknya limbah. Menumpuknya limbah di lingkungan nantinya dapat mengakibatkan terjadinya polusi, efek rumah kaca dan perubahan iklim. Hal tersebut sangat memengaruhi keberlanjutan hidup semua makhluk hidup di muka bumi.
Sumber biomassa yang ada sekarang di muka bumi cukup banyak dan dapat digunakan sebagai substrat pembentukan biogas. Sumber biomassa tersebut masih sedikit yang dimanfaatkan, sisanya tidak dimanfaatkan. Hal ini mengakibatkan terbentuknya gas rumah kaca berupa gas methana (CH4) dan nitrogen oksida (N2O). Gas methana apabila dilepaskan langsung ke atmosfer akan berbahaya bagi lingkungan, terutama bagi ozon (O3).

Gambar Biogas Plant (Dok Pribadi)

Akhir-akhir ini banyak dikembangkan pengolahan limbah secara anaerobik. Walaupun proses pengolahan limbah secara anaerobik juga menghasilkan gas methana, namun proses ini tidak mengemisikan gas methana langsung ke lingkungan. Gas methana dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dengan membakarnya dengan menggunakan mesin pembakar yang mampu mengkonversikan menjadi listrik. Apabila jumlah methana yang dihasilkan berlebih, kelebihannya dapat dibakar menggunakan flare yang mengubah methana menjadi senyawa karbon dioksida yang lebih aman dibanding dengan pembuangan gas methana secara langsung.
Produksi biogas melalui proses pengolahan secara anaerobik dari limbah organik memiliki potensi yang sangat besar. Proses ini mampu mengubah substrat menjadi energi terbarukan dan menyediakan pupuk alami untuk pertanian. Pada waktu yang bersamaan, hal ini mengurangi kandungan senyawa organik yang terkandung dalam limbah. Salah satu contoh limbah organik yaitu Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dihasilkan dari perusahaan berbasis Perkebunan Kelapa Sawit (PKS). Karakteristik dari POME dari sebuah PKS tersebut adalah COD (Chemical Oxygen Demand) 72.000-110.000 mg/L, BOD (Biological Oxygen Demand) 17.000-25.000 mg/L, pH 4,5 dan TSS (Total Suspended Solid) 25.000-50.000 mg/L.
Proses pengolahan secara anaerobik merupakan proses pengolahan limbah mikrobiologis dengan ketiadaan oksigen saat prosesnya dan menghasilkan produk utama berupa biogas yang mempunyai nilai energi. Proses ini menghasilkan 2 produk utama, yaitu biogas dan digestat. Biogas merupakan gas yang dapat dibakar, yang terdiri dari methana, karbon dioksida dan dalam jumlah kecil gas lainnya. Biogas tersebut dapat juga dikonversi menjadi listrik.  Digestat merupakan subtrat yang telah terdekomposisi yang banyak mengandung makronutrien maupun mikronutrien dan cocok digunakan sebagai pupuk bagi tanaman.

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com