Pages

Hazard/Bahaya di Pabrik Biogas (Biogas Plant)




Bahaya (hazard) didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan cedera pada manusia atau kerusakan pada alat atau lingkungan. 

Bahaya (hazard) di pabrik biogas adalah sebagai berikut :



a. Ledakan (Explosion)

Bahaya ledakan cukup banyak dipelajari karena berhubungan dengan produksi dan penggunaan gas yang dapat meledak yang tersusun utama dari gas methana. Ledakan dapat terjadi dengan adanya kontak antara biogas dan udara dengan kondisi tertentu. Senyawa-senyawa yang mempunyai bahaya meledak yaitu asetilen, karbon monoksida, hidrogen dan methana (Pietrangeli et. al, 2013). Berikut merupakan contoh kecelakaan akibat ledakan :

1. Pecah skala besar dari vessel atau pipa. Kemungkinan yang dapat menyebabkan yaitu kelebihan tekanan, kegagalan mekanik, perbaikan yang tidak baik, dan pengaruh dari kerusakan. Konsekuensi yang mungkin diakibatkan seperti terjadinya percikan api. Orang yang terselimuti api akan mendapat luka-radiasi yang parah. Selain itu dapat menyebabkan ledakan bertekanan tinggi yang dapat  menyebabkan getaran. Getaran ledakan dapat menyebabkan kerusakan dari gedung dan luka-luka terhadap individu maupun masyarakat sekitar.

2. Ledakan internal di dalam vessel atau gedung. Penyebab terjadinya yaitu karena adanya gas oksigen yang masuk ke vessel atau gedung, percikan api selama perbaikan, atau kebocoran dari gas mudah terbakar. Konsekuensi yang mungkin terjadi yaitu ledakan dalam peralatan/gedung, pecahnya peralatan/gedung. Selain itu dapat menyebabkan ledakan bertekanan tinggi yang dapat  menyebabkan getaran. Getaran ledakan dapat menyebabkan kerusakan dari gedung dan luka-luka terhadap individu maupun masyarakat sekitar.

Kedua kecelakaan tersebut dapat dicegah dengan perbaikan dan inspeksi vessel atau pipa, tidak merokok pada area kerja. Alat pelindung yang dapat digunakan yaitu prosedur saat keadaan bahaya dan perlatan pemadam kebakaran.


Gambar Biogas Plant (Dok Pribadi)


b. Toksisitas (Level beracun)

Bahaya yang kedua yaitu toksisitas yang berhubungan dengan kebocoran gas beracun.Gas beracun yang terdapat di biogas yaitu gas hidrogen sulfida (H2S), Karbon monoksida (CO), dan karbon dioksida (CO2). Hidrogen sulfida beracun dengan konsentrasi tinggi dan dapat menyebabkan kematian. Hidrogen sulfida meracuni sistem saraf apabila dihirup dalam konsentrasi tinggi. Selain itu, hidrogen sulfida mampu berikatan dengan besi yang ada dalam darah, hal ini juga terjadi apabila menghirup gas karbon monoksida. Apabila besi berikatan dengan hidrogen sulfida ataupun karbon monoksida, tubuh akan mengalami gangguan proses respirasi seluler di dalam sel. Karbon dioksida mempunyai konsentrasi yang tinggi dalam biogas dibanding gas lainnya. Karbon dioksida tidak termasuk dalam senyawa beracun yang akut, namun mampu menggantikan oksigen dalam sistem pernafasan sehingga menyebabkan gejala aspyxiation (Chrebet dan Martinka, 2012).


c. Bahaya mikrobiologis
Resiko mikrobiologi merupakan salah hal yang perlu diperhatikan, karena dalam biogas terdapat makhluk hidup pathogen. Resiko terhirupnya makhluk hidup pathogen ini dapat menyebabkan infeksi apabila mencapai dosis yang cukup. Resiko mikrobiologis ini dapat ditemui dari unit proses pertama pengolahan limbah hingga unit terakhir.

Salah satu contoh dari bahaya mikrobiologis yaitu bioaerosol. Bioaerosol terdiri dari mikroorganisme, fragmen dari mikroorganisme dan fragmen lain dari bahan biologis di udara. Hal ini dihasilkan dari semua jenis limbah yang memiliki komponen organik. Paparan bioaerosol mampu menyebabkan gangguan serius pada kesehatan manusia (Searl dan Crawford, 2012).  

Komponen bioaerosol di pabrik biogas terdiri dari bakteri, jamur, endotoksin, dan glukan. Jumlah bioaerosol yang terpapar di udara bergantung pada komposisi limbah, kondisi penyimpanan dan penanganan dari limbah yang ada. Konsentrasi bakteri di udara dideskripsikan dengan satuan cfu (Colony Forming Units) atau total partikel bakteri per unit volume udara. Komponen lain yang juga termasuk bioaerosol yaitu jamur. Jamur biasa ditemui dalam bentuk spora. Endotoksin merupakan komponen toksik dari bakteri yang dilepaskan jika suatu bakteri mengalami kerusakan. Efek dari senyawa ini bagi manusia yaitu demam, menurunnya tekanan darah dan peradangan. Komponen bioaerosol terakhir yaitu glucan (beta D glucans), yaitu polisakarida yang menyusun dinding sel jamur mikroskopis tertentu (Searl dan Crawford, 2012).

Efek bagi kesehatan manusia dari bioaerosol bergantung konsentrasi maupun spesies yang ada. Untuk lebih detailnya adalah sebagai berikut (Searl dan Crawford, 2012) :

1. Terpaparnya mikroorganisme : batuk, sesak napas, gejala gastrointestinal, infeksi kulit, peradangan saluran udara, dan infeksi sistemik.

2. Endotoksin : batuk kering, sesak napas disertai dengan berkurangnya fungsi paru-paru, demam, sakit kepala dan/atau nyeri sendi berkembang setelah beberapa jam.

3. Terpaparnya jamur : berbagai efek buruk pada kesehatan pernapasan seperti asma dan alergi rhinitis. Efek paparan jangka pendek berupa iritasi mata, hidung dan tenggorokan dan gejala seperti pilek dan batuk. Paparan jangka panjang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pernafasan kronis.

4. Glukan : menekan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap peradangan.



Daftar Pustaka

Chrebet, T. dan Martinka, J (2012). Assessment of Biogas Potential Hazards. Annals of Faculty Engineering Hunedoara – Inetrnational Journal of Engineering Tome X. Fascicule 2, ISSN : 1584-2665.
 
Pietrangeli, B., Lauri, R., Bragatto, PA (2013). Safe Operation of Biogas Plants in Italy. Chemical Engineering Transactions, Vol. 32, 2013.

Searl, A. dan Crawford, J (2012). Review of Health Risks for workers in the Waste and Recycling Industry.

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com